Laman

Tuesday, 13 September 2016

Pilihan

Lagi-lagi, hidup hanya soal pilihan
Memilih untuk bahagia atau pura-pura bahagia
Memilih ikhlas atau terpaksa
Memilih yang baik atau terbaik
Memilih datang di awal atau sengaja terlambat
Memilih berhusnudzon yang membuat hati damai, atau malah resah karena bersuudzon
Pun memilih prioritas dalam hidup
Setiap orang memiliki prioritasnya masing-masing
Yang menurut ia penting, mungkin tak cukup penting bagi yang lain
Semakin ke sini, kita semakin mengenal banyak orang
Tak sedikit pula sifat yang tak sesuai dengan diri sendiri
Meski sifat itu berbeda, ataupun sama, dengan diri sendiri, keduanya bisa melahirkan permasalahan
Tapi ada satu yang perlu dipahami: toleransi.
Terima dan maklumi.

Oleh Meganurainii.
Catatan selama kuliah,
Selasa, 24 Mei 2016.

No comments:

Post a Comment