Laman

Monday, 12 September 2016

Lima Belas Tahun Berlalu

Umm hai, selamat..sore? Atau mungkin selamat malam?
Hmm.. *tarik napas* *buang* *tarik napas*
Kuy dimulai…

Hari ini, 15 tahun lalu, ada seseorang yang tidak menepati janjinya menjemput gadis kecilnya dari sekolah. Yang seharusnya pulang jam 3 sore, hingga jam 5 pun tak ada tanda-tanda ia akan dijemput. Gadis kecil itu sampai menunggu sendirian, di ujung gang sekolahnya. Yang awalnya ada beberapa teman yang juga ikut menunggu jemputan, hingga tinggal ia seorang diri. Tak pernah seperti ini, pikirnya. Toh biasanya ia dijemput tepat waktu, dan hanya menunggu di depan sekolah saja, tak sampai berjalan ke ujung gang. Karena sekolahnya beberapa kilometer dari rumah, tak mungkin juga ia jalan kaki untuk pulang. Ia menunggu dengan sabar, tak pernah membayangkan akan terjadi sesuatu. Hingga suatu ketika, ada yang mengenalinya, menyapanya. Sepasang suami istri, yang ternyata tetangganya, ingin menjemput anaknya yang merupakan kakak kelas si gadis kecil itu. Gadis kecil itu terpaksa pulang bersama mereka. Tak apa-apa, pikirnya.

Tiba di rumah, masih belum terpecahkan mengapa seseorang tersebut tak menjemput gadis kecil itu. Lalu tiba-tiba rumahnya ramai sekali. Banyak keluarga datang, ia tak mengerti. Banyak tetangga datang, ia tak dapat memahami. Pun terdapat polisi yang datang. Ia masih tidak menyadarinya.

Perlahan malam mulai menghampiri. Ia diajak beranjak ke rumah neneknya, makin ramai suasana. Entah kenapa kerabat jauh saling berdatangan. Banyak doa yang terpanjat. Banyak kloter bergantian untuk shalat. Banyak tangan yang menyalaminya, mengelus lembut rambutnya. Banyak orang yang berusaha menggendongnya, pun adiknya. Banyak yang berusaha menjelaskan, tapi ia belum bisa memahami. Ia tidak menangis. Ia belum mengerti. Karena ia masih kecil, baru duduk di bangku kelas 1 SD, awal tahun pelajaran. Tapi hingga detik ini, memori itu masih terkenang jelas, tidak berkurang pun menghilang.

Lambat laun, ia mulai mengerti, ada sosok yang pergi jauh meninggalkannya. Sangat jauh hingga tak dapat kembali. Dan hari dimana semua itu terjadi adalah hari dimana ibunya bertambah usia. Hari dimana ia kehilangan sosok penting bagi hidupnya. Ini semua tidak adil, pikirnya. Hanya dalam hitungan jam. Kehidupan gadis kecil itu berubah. Entah firasat apa yang telah menghampirinya, mencoba memperingatkannya. Firasat yang datang sia-sia yang mungkin tak sempat terbaca. Mesin penenun senyum yang ia miliki tidak akan  bersamanya lagi. Dan mulai besok, gadis kecil itu bukan gadis kecil biasa lagi. Kejadian itu membuatnya lebih dewasa dari gadis seusianya.

Dan benar, hari ini, 15 tahun sejak kejadian itu terjadi, gadis kecil itu telah berubah menjadi seorang wanita yang tangguh. Meski tumbuh tanpa sosok pelindung di keluarganya. Meski ia terkadang mendapat pengganti sosok itu melalui kakak ipar ibunya. Dan meski kerap kali ia masih terbayang-bayang kejadian itu… Ia mulai rela. Ia harus sanggup mengikhlaskan. Mengingat semua ini, membuat ia menyadari, tidak ada yang bisa dilakukannya selain berdoa..

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا. اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ. اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. 
 Artinya :
Wahai Allah, ampunilahrahmatailah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula.
Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka. Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita.
Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

*buang napas* *tarik napas*
Pak, apa kabar di sana?
Gadis kecilmu ini sudah 21 tahun pak, sudah besar ya. Sudah lima belas tahun berlalu ternyata tak terasa ya. Banyak perkembangan mega yang bapak lewatkan lho pak.
Hehehe, maaf mega kadang masih ingat kejadian ini.
Mega hanya ingin bercerita di sini pak.
Tidak, mega tidak (terlalu) sedih kok.
Maaf kalau mega terlihat lemah dan cengeng. Kadang kalau ingat yang seperti ini, mega gampang sedih hehe. Sering kali mega terjebak oleh kenangan sendiri. Kenangan yang tiba-tiba menyeruak, tanpa permisi. Merenggut waktu begitu saja. Membuat kita tenggelam di dalamnya, tanpa tahu caranya kembali ke permukaan. Terjebak dalam rindu yang berlarut-larut mulai menyiksa. Karena rindu selalu datang tiba-tiba, di waktu dan tempat yang tidak kita duga. Bagaimana caranya menghindar dari terjebak kenangan sendiri? Belajar melupakan tidak pernah menjadi jawabnya. Berdamai dengan masa lalu yang harus dicoba. Berdamai, bukan melupakan.
Sudah-sudah, kenapa pula semakin banyak yang dibahas ya pak ya.

Oh ya, apakah kamu sudah bersyukur hari ini?
Sudah mendoakan orang tuamu di setiap sujudmu?
Semoga orang tua kita diberikan hidup yang sehat ya, begitu pula kita. Aamiin.

Selamat idul adha, selamat makan-daging-tanpa-henti untuk seminggu ke depan, dan juga selamat ulang tahun ibu.
Sudah dulu ya, sampai bertemu di tulisan yang lain.
Selamat sore menjelang malam.

Oleh Meganurainii.

2 comments:

  1. Inspiring...
    Stay strong, mega. Life is fair, because everybody ever feels that life is unfair. Insya Allaah besok ketemu di surga, meg. Aamiin. *hug*

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih bar! it means a lot *hug*

      Delete