Laman

Friday, 9 September 2016

Jarak di Antara Kita

Jarak di antara kita
sedikit demi sedikit
mengkerut, memendek, lesap
seiring waktu dan lampu
memeluk kita, erat

ketika dua bahu
berkenalan. menyentuh. bertemu.
hangat yang memercik
membungkus sisi kota
lama.

malam tak lagi menakutkan
kau berpijar. aku ingin bersinar.
seperti percakapan tanpa arah
tanpa makna
tak mengapa

seperti lensa kamera
rana besar, diafragma lebar
fokusnya hanya satu
hanya satu
kamu

kan kuikat benang-benang waktu
pada keabadian di detik ini
sehingga
kelak kita
kembali pada detik yang sama

ia masih melayang
di titian keabadian
pada malam kau berpijar

dan aku ingin bersinar

by Alexander Thian a.k.a @amrazing

Indah ya sajaknya?
Terlalu indah hingga menyesakkan dada
Hmm

No comments:

Post a Comment