Laman

Monday, 11 March 2013

Firasat

Firasat - Marcell

Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu
Desah angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari, ku segera berlari

Cepat pulang
Cepat kembali, jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk cepat pulang
Cepat kembali, jangan pergi lagi

Alirnya bagai sungai yang mendamba samudera
Ku tahu pasti kemanakan ku bermuara
Semoga ada waktu, sayangku
Ku percaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini rasa rindukah atau kah hanya bayang
Aku tak peduli, ku terus berlari

Dan lihatlah sayang
Hujan terus membasahi
Seolah turun air mata

pict source: google

Saturday, 9 March 2013

Kisah


KISAH

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

Kau pergi, sehabis menutup pintu pagar sambil sekilas menoleh namamu sendiri yang tercetak di plat alumunium itu. 
Hari itu musim hujan yang panjang dan sejak itu mereka tak pernah melihatmu lagi.
Sehabis penghujan reda, plat nama itu ditumbuhi lumut sehingga tak bisa terbaca lagi.
Hari ini seorang yang mirip denganmu nampak berhenti di depan pintu pagar rumahmu, seperti mencari sesuatu. 
la bersihkan lumut dari plat itu, Ialu dibacanya namamu nyaring-nyaring.
Kemudian ia berkisah padaku tentang pengembaraanmu.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Tuesday, 5 March 2013

Takut



Aku takut akan satu itu.

Sangat dekat.

Ia mulai berlari mengejarku.

Dan Ia mulai mendahuluiku.



Aku takut.

Aku takut Ia akan menikamku.

Aku takut Ia akan memperlambat lajuku.

Aku takut pengaruhnya terlalu berarti untukku.



Aku harus pergi.

Pergi..

Friday, 1 March 2013

Bulan

Ada yang baru.
Ia mulai menyilaukan.
Sinarnya, kilaunya, tak bisa dipungkiri.
Berjalan berdampingan bersama waktu.
Hingga saatnya nanti Ia akan berhenti menyilaukan.
Hanya bisa menunggunya, dengan setia.