Laman

Wednesday, 2 March 2011

Missing My Senior

18.05:2 maret 2011

tak seperti biasanya langit siang dan sore ini cerah.
tak seperti biasanya angin begitu dinginnya menerpa menembus pori-pori.
dan tak seperti biasanya matahari tenggelam dengan indahnya.

hari ini, hari yang cukup menakutkan.
terserah kalian mau melihat dengan sudut pandang manapun.
tapi, hari ini, ya, sore ini kita kehilangan saudara kita :(

kau bilang berlebihan?
tidak, aku rasa.
karna dia adalah kakak kelasku.
karna almarhumah adalah orang yang baik. itu kata teman-temannya.
Ervita Hayuningtyas Savitri. Memang, aku tak mengenalnya. Tapi aku mengenal dari sisi yang lain.
kecelakaan. aku tak tahu persis apa yg menyebabkannya.
tapi sempat dibawa ke RS PKU sekitar sana dan RS Sardjito.
dan satu yg sama diantara kami, kami bagian dari 9H.

dan sesuatu ini membuatku sedikit takut.
ingin bersembunyi dari kenyataan.
ingin bersembunyi dari kematian.

iya aku tau itu tak akan bisa.
kemanapun kamu melangkah,
kemanapun kamu berpijak,
hari itu pun akan datang.
hari dimana ajalmu akan diambil.
hari dimana kamu berpisah dengan tubuhmu.
hari dimana kamu akan menjalaninya dunia selanjutnya sendiri.

bagaimanakah rasanya mati?
bagaimanakah rasanya pergi dari dunia yg selama itu menjadi duniamu?
bagaimanakah rasanya berjuang sendiri menuju Rumah-Nya?

bekal yang ada sekarang ini pun tak ada artinya jika untuk membeli tiket menuju Rumah Impian, menuju surga.

pintu hati ini terketuk, untuk melakukan semuanya lebih baik.
untuk memperbaiki sesuatu yang tidak seharusnya ada.

Tuhan, izinkan aku menikmati hidup ini lebih lama bersama orang-orang yang kucintai.
izinkan aku mencari bekal sebanyak-banyaknya agar aku tak lapar dalam perjalanan menuju Rumah-Mu, Tuhan.
tak akan ku sia-siakan hidup yang sebentar ini.
Tuhan, tunggu aku di Pintu Surgamu....