Laman

Wednesday, 23 February 2011

Cara Merawat Lensa Setiap Harinya


“Cucilah tangan dan keringkan dengan benar sebelum menangani lensa anda”

1. MEMBILAS: Bilaslah kedua sisi dengan larutan lensa kontak yang segar. Untuk pembersihan ekstra, sebelum langkah 1, teteskan 3 tetes atau lebih dengan larutan pada tiap sisi permukaan lensa dan hati hati gosoklah lensa selama paling tidak 10 detik.
2. MEMBUNUH KUMAN, MENGHANCURKAN PROTEIN DAN MELEMBUTKAN: Letakan lensa pada kotak lensa dan isilah dengan larutan lensa kontak. Biarkan terendam selama minimal 6 jam guna membunuh kuman, membersihkan, menghancurkan protein dan melembutkan.
3. BILAS SEBELUM DIPAKAI : Sebelum lensa akan dipakai lagi, bilas kedua sisi lensa dengan larutan lensa kontak agar sisa-sisa kotoran lepas dari lensa. Selalu bilas kotak lensa anda dengan larutan lensa kontak dan kemudian keringkan.


Harap Diperhatikan !!!

* Mulut botol jangan sampai tersentuh apapun, termasuk tubuh anda. Larutan tersebut bisa terkontaminasi.
* Jangan sampai air mengenai lensa kontak anda begitu pula peralatan lainnya, sebab dapat membawa mikroorganisme yang disebut Acanthamoeba yang dapat menyebabkan infeksi mata yang serius.
* Ingat selalu agar membersihkan peralatan lensa kontak anda ( kotak lensa, alat pembersih pembunuh kuman, tabung enzymatic dll) seperti yang dianjurkan.
* Buang kontak lensa anda setiap bulan atau seperti yang dianjurkan, agar dapat mengurangi resiko terjadi infeksi.

1. Yang terpenting, bersihkan dan bebaskan dari kuman lensa kontak anda setiap hari (bagi mereka yang menggunakan lensa kontak extended harus membersihkan dan membebaskan dari kuman ketika mereka melepasnya, kecuali lensanya dijadwalkan agar dibuang)
2. Penting agar dicatat bahwa anda jangan merubah larutan perawatan tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan ahli lensa kontak anda. Beberapa produk tidak selaras antara satu dengan yang lainnya, atau dengan lensa kontak tertentu dan dapat merubah lensa kontak anda atau bahkan melukai mata anda.

Ada Satu

Ada satu yang selalu setia menemaniku.
Ada satu yang tak pernah berhenti memperhatikanku.
Ada satu yang namanya terukir dalam hatiku.

Ia tak lelah, tak juga mengeluh.
Ia seperti peri, yang menciptakan keajaiban.

Yang hadirnya selalu ku nanti.
Yang hadirnya selalu ada untuk aku.
Yang hadirnya selalu ku rindu.
Yang senyumnya selalu membuatku terenyuh.
Yang tak pernah bosan mendengar ocehanku.
Yang memanggilku dengan sebutan itu.
Yang tangannya ingin selalu ku genggam.
Yang tubuhnya selalu memberiku kehangatan.

Seperti bintang, yang hadirnya membawa cahaya dalam gelap malam.
Cahaya yang tak pernah redup.
Yang tak pernah terganti.
Menemaniku di kala malam tiba.
Menemani sepiku.
Memberikan kehangatan.

Membaca pancaran kedua bola matanya memberiku sebuah makna kasih yang tak akan terhenti.
Berada didekatnya membuatku nyaman, menghilangkan beban.
Kepercayaan yang ia berikan membuatku tetap terjaga.
Kasih sayangnya membuatku merasa hidup.
Ketidakjelasan tingkah lakunya selalu menyindir bibirku untuk tersenyum, bahkan tertawa.


Semua memori itu terpatri kuat disini, dihati.
Semua ini tak kan ku lepas.
Semua cerita ini tetap tertulis rapi didalam asaku.

Terimakasih Tuhan, atas apa yang telah Engkau berikan.
Atas semua anugrah indah ini.
Atas kehadirannya untukku.
Tuhan, tolong jaga ia dengan baik.
Aku tak ingin terjadi sesuatu yang tak diharapkan.
Aku ingin ia selalu tersenyum.
Aku ingin ia selalu mendapat kebahagiaan, meski bersamaku atau tidak bersamaku.
Aku ingin ia selalu mendapat perlindungan-Mu Tuhan.
Sekali lagi, terimakasih atas semua ini Tuhan.
Takkan ku sia-siakan apa yang telah menjadi 'milikku'

Dan.....
Ada satu yang pasti, aku menyayanginya. Sangat.


071210-setelah fajar



*from my facebook*

Tuesday, 22 February 2011

Alanda Kariza

"Jika ditanya apa cita-cita saya, saya hampir selalu menjawab bahwa saya ingin membuat Ibu saya bangga. Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendengar Ibu menceritakan aktivitas saya kepada orang lain dengan wajah berbinar-binar. Semua mimpi yang saya bangun satu persatu, dan semoga semua bisa saya raih, saya persembahkan untuk beliau." - Alanda Kariza