Laman

Sunday, 10 January 2010

Sahabat

Sahabat,
jika aku jatuh nanti, bantulah aku untuk bangun. Obati lukaku dan hapus air mataku..
jika aku lemah, topang langkahku dan tersenyumlah untukku..
jika aku buta, bimbing langkahku. Terangi mimpiku. Dan ajak aku untuk menari..
jika aku bersedih, tunjukkan aku bahagia. Ajarkan aku tersenyum. Dan perlihatkan aku pada senyum ceriamu..
namun, jika aku pergi..
janganlah menangis. jangan kecewa. dan jangan terluka.
Karena, jika kamu menangis, aku tak mampu ntuk terbangun..
terbangun untuk menghapus airmatamu..
tuk mengusir perihmu..
tapi aku berjanji akan tetap hidup dihatimu..
Ya, dihatimu. Selamanya.

Sebuah Penantian

Sebuah penantian
Saat canda tawa hiasi angkasa
Tarianmu menjadi bagian hidupku
Lenyap sudah semua derajatmu dimataku
Kegembiraanlah yang teertoreh di wajahmu

Ketika hari berderai tangisan
Tumpukan buku menjadi tugas kita
Namun terselip waktu bersama
Teman, semarahnya kamu senyummu slalu terukir
Sekalipun aku sedih, kau slalu membuatku tertawa
Kau tak pernah membedakan temanmu
Lengkapi aku selalu oh teman

Kita tlah lalui waktu bersama
Kita tlah menangis dan tertawa bersama
Kau tak kan ku lupa teman
Seburuknya dirimu, kau tetap temanku

Beribu bintang jadi saksi
Kau kan slalu di hatiku
Tapi maaf teman
Jika ku sering menyakitimu
Menghinamu

Kau boleh lukai aku
Kau boleh sakiti aku
Mungkin itu memang bukan maksudku
Maaf ya teman?

Teman, jangan berhenti menyerah
Jangan berhenti tuk berharap
Percayalah padaku
Percayalah keajaiban akan datang kepadamu